Beruang Madu: Ciri-Ciri, Perilaku dan Habitatnya

21-11-2022

Faunatis.com - Nama latin beruang madu adalah Helarctos Malayanus adalah jenis beruang yang paling kecil dari kedelapan jenis beruang yang ada di dunia.

Beruang yang satu ini adalah fauna khas provinsi Bengkulu sekaligus menjadi simbol dari provinsi tersebut. Selain itu, mereka juga menjadi maskot dari kota balikpapan di sebuah hutan lindung bernama Hutan Lindung Sungai Wain.

Ciri-ciri Beruang Madu

Hewan ini memiliki ciri-ciri tinggi berkisar 1,4 meter, tinggi punggunnya 70 cm dengan berat berkisar 50-65 kg.

Bulu beruang ini cenderung pendek, berkilau dan pada umumnya berwarna hitam. Salah satu ciri khas beruang madu adalah bulu keputih-putihan atau kekuningan di dadanya.

Mereka memiliki mata berwarna cokelat atau biru dan hidung yang relatif lebar tetapi tidak terlalu moncong. Salah satu cara membedakan beruang ini dengan jenis yang lainnya adalah bulunya yang lebih pendek dan halus dibandingkan beruang lainnya.

Dibandingkan beruang dewasa, bayi beruang madu lahir dan memiliki bulu yang lebih lembut, tipis dan bersinar.

Beruang ini memiliki lidang yang panjang dan dapat dipanjangkan sesuai dengan kondisi alam untuk  menyarikan madu dari sarang lebah di pepohonan. Lidah itu juga dapat digunakan untuk menangkap serangga kecil di batang pohon.

Baca juga:  Pohon Secang: Asal, Taksonomi, Manfaat Kayunya

Perilaku Beruang Madu

Beruang ini adalha binatang omnivora yang memakan apa saja di hutan. Mereka memakan aneka buah-buahan dan tanaan hutan hujan tropis termasuk juga tunas dan tanaman jenis palem. Terkadang mereka juga memakan serangga, madu, burung dan binatang kecil lainnya.

Beruang madu aktif di malam hari atau bisa disebut sebagai makhluk nokturnal. Mereka menghabiskan waktu lebih banyak di pepohanan untuk mencari makanan daripada di tanah.

Salah satu perilaku unik hewan ini, ketika wilayah mereka di ganggu oleh manusia, mereka akan merusak lahan pertanian, menghancurkan pisang, pepaya atau tanaman kebun lainnya.

Beruang madu tidak mempunyai musim kawin tetapi perkawinan dilakukan sewaktu-waktu terutama bila beruang madu betina telah siap kawin. Lama mengandung beruang betina adalah 95-96 hari, anak yang dilahirkan biasanya berjumlah dua ekor dan disusui selama 18 bulan.

Baca juga:  Fakta Menarik Araripe Manakin, Burung Manakin Berkepala Merah

Habitat

Beruang madu berasal dari Bengkulu, mereka hidup di hutan-hutan primer, hutan sekunder, dan sering juga di lahan-lahan pertanian, mereka biasanya menghabiskan waktu di pohon pada ketinggian 2-7 meter dari tanah.

Habitat beruang ini terdapat di daerah hujan tropis Asia Tenggara. Penyebarannya terdapat di pulau Borneo, Sumatera, Indocina, Cina Selatan, Burma, serta semenanjung Malaya.

Karena tinggal di daerah tropis, beruang ini tidak memerlukan masa hibernasi seperti beruang lainnya yang tinggal di wilayah empat musim. Pada saat ini penyebaran hewan ini semakin jarang terlihat akibat kehilangan fragmentasi habitat.

Artikel Lainnya