Tokek (Gekko gecko) adalah sejenis kadal yang terkenal dengan kemampuannya yang luar biasa dan keberadaannya yang misterius.

Tokek telah lama menjadi pusat perhatian di dunia biologi dan pengobatan tradisional karena banyaknya mitos dan kepercayaan yang mengelilinginya.

Ingin kenal lebih dalam dengan amfibi yang satu ini? Yuk, ikuti ulasan di bawah ini!

Klasifikasi Tokek

Kerajaan: Animalia (Hewan)

Filum: Chordata (Chordata)

Kelas: Reptilia (Reptil)

Ordo: Squamata (Squamata)

Famili: Gekkonidae (Gekkonidae)

Genus: Gekko

Spesies: Gekko gecko

Tokek termasuk dalam keluarga Gekkonidae, yang terdiri dari sekitar 65 genus dan lebih dari 1.500 spesies kadal yang tersebar di seluruh dunia. Spesies yang paling dikenal dan sering disebut sebagai hewan tokek adalah Gekko gecko.

Ciri-ciri Tokek

(Foto: Rimbakita)

Tokek memiliki beberapa ciri-ciri yang membedakannya dari spesies kadal lainnya. Adapun beberapa ciri-ciri khas Tokek, yakni:

1. Ukuran dan bentuk

Tokek adalah kadal berukuran sedang hingga besar, dengan panjang tubuh mencapai sekitar 35 cm. Tubuhnya memanjang dan ramping dengan ekor yang panjang. Bagian kepala mereka cenderung lebih besar dan bulat, dengan mata besar dan pupil vertikal yang dapat membesar dan mengecil.

2. Sisik

Tubuh tokek ditutupi oleh sisik-sisik kecil yang kaku. Sisik ini memberikan perlindungan dan membantu dalam pergerakan di permukaan yang kasar. Sisik di bawah kaki tokek memiliki lamela yang memungkinkan mereka untuk memanjat permukaan vertikal dan bahkan menempel di langit-langit.

3. Warna

Warna tubuh tokek bervariasi tergantung pada spesies dan habitatnya. Mereka dapat memiliki warna yang meliputi cokelat, hijau, kelabu, kuning, atau oranye dengan pola-pola yang berbeda. Warna ini membantu mereka dalam berasimilasi dengan lingkungan sekitar.

4. Kaki yang lengket

Salah satu ciri khas tokek adalah kemampuannya untuk memanjat dan menempel di permukaan vertikal. Kaki mereka dilengkapi dengan jari-jari yang dilengkapi lamela, yaitu alat penempelan seperti cakar, yang memungkinkan mereka untuk menempel dengan kuat pada berbagai permukaan, termasuk dinding dan langit-langit.

5. Suara

Tokek dikenal karena suara unik yang mereka hasilkan. Mereka mengeluarkan suara "tokek" yang nyaring dan berulang-ulang. Bunyi ini biasanya digunakan untuk komunikasi dengan sesama tokek, menandai wilayah mereka atau sebagai respons terhadap situasi yang mengancam.

6. Aktif pada malam hari

Tokek adalah hewan nokturnalyang berarti mereka aktif pada malam hari. Mereka menggunakan penglihatan dan pendengaran yang tajam untuk mencari makanan di malam hari. Matanya dilengkapi dengan sel-sel kerucut dan batang yang memungkinkan mereka melihat dengan baik dalam kondisi cahaya rendah.

7. Pola hidup arboreal

Tokek kebanyakan hidup di atas pohon dan memiliki adaptasi khusus untuk kehidupan di lingkungan arboreal. Tokek memiliki jari-jari yang berselaput dan kaki yang lengket yang memungkinkan mereka bergerak dengan mudah di antara cabang-cabang pohon.

8. Pola makan

Tokek adalah karnivora yang artinya mereka memakan hewan kecil seperti serangga, laba-laba, ulatdan kadang-kadang mencakup hewan kecil lainnya. Mereka menggunakan lidah lengket untuk menangkap mangsa mereka dengan cepat.

Spesies tokek

(Foto: JurnalAsia)

1. Gekko gecko

Spesies ini adalah yang paling terkenal dan sering disebut sebagai Tokek. Mereka memiliki penyebaran yang luas di wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Malaysia, Filipina dan Thailand. Tokek ini memiliki ukuran tubuh yang cukup besar dan dikenal dengan kemampuan mereka untuk memanjat permukaan vertikal.

2. Gekko monarchus

Tokek Monarch atau dikenal dengan Tokek Rumahadalah spesies yang umum ditemukan di wilayah Asia Tenggara dan Australia. Mereka cenderung lebih kecil daripada gekko gecko dan memiliki warna tubuh yang bervariasi, termasuk cokelat, hijau, atau abu-abu.

3. Gekko smithii

Spesies ini umumnya ditemukan di Australia, tapi juga dapat ditemui di beberapa bagian Asia Tenggara. Tokek smith memiliki ukuran tubuh yang relatif kecil dan memiliki warna tubuh yang cenderung kecokelatan atau kelabu.

Selain itu, hewan tokek smith juga memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan baik di lingkungan perkotaan.

4. Gekko vittatus

Tokek Vittatus adalah spesies yang terdapat di wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia dan Malaysia. Mereka memiliki panjang tubuh sekitar 10 hingga 15 cm dan warna tubuh yang bervariasi, mulai dari cokelat hingga hijau dengan pola-pola gelap yang terlihat di tubuh mereka.

5. Gekko smithi

Spesies ini adalah spesies endemik di Filipina. Tokek smithi memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil dan memiliki ciri khas berupa bintik-bintik hitam yang terlihat di atas tubuh mereka. Gekko smithiumumnya ditemukan di hutan-hutan dan lingkungan yang lembap.

6. Gekko ulikovskii

Tokek Ulikovskii adalah spesies langka yang endemik di Kepulauan Nias, Indonesia. Mereka memiliki ukuran tubuh yang besar dan ditandai dengan corak tubuh yang khas, dengan warna oranye kecokelatan dan pola belang-belang yang terlihat di tubuh mereka.

Habitat Tokek

(Foto: Citizens)

Tokek memiliki habitat yang beragam tergantung pada spesiesnya. Secara umum, mereka dapat ditemukan di berbagai ekosistem, terutama di daerah tropis dan subtropis. Berikut beberapa habitat umum yang dihuni oleh tokek:

1. Hutan Tropis

Tokek sering ditemukan di hutan tropis yang lebat, baik di hutan hujan maupun di hutan dataran rendah. Mereka dapat hidup di antara pepohonan, menggunakan kemampuan mereka untuk memanjat dan menempel di permukaan vertikal untuk berpindah dari satu pohon ke pohon lainnya.

2. Perkebunan dan Pertanian

Tokek sering ditemukan di perkebunan dan area pertanian yang subur. Mereka memanfaatkan lingkungan ini untuk mencari makanan yang melimpah, seperti serangga dan hewan-hewan kecil lainnya yang sering ditemukan di daerah tersebut.

Beberapa spesies tokek bahkan dapat beradaptasi dengan baik di lingkungan perkotaan dan sering terlihat di sekitar pemukiman manusia.

3. Lahan Basah dan Pantai

Beberapa spesies tokek juga dapat ditemukan di lingkungan lahan basah, seperti rawa-rawa, sungai dan danau. Mereka juga sering ditemukan di dekat pantai, terutama di pulau-pulau yang memiliki keberagaman hayati yang tinggi.

4. Pegunungan

Beberapa spesies tokek dapat ditemukan di daerah pegunungan dengan ketinggian yang berbeda-beda. Mereka dapat hidup di lembah-lembah yang lembap, di tepi-tepi sungai, bahkan di daerah yang lebih kering di ketinggian yang lebih tinggi.

Tokek adalah reptil yang menarik dengan banyak mitos dan makna budaya yang melekat padanya. Kepercayaan masyarakat tentang makhluk ini telah memberikan dampak pada kehidupan sehari-hari dan kebudayaan banyak orang. Selain itu, tokek juga memiliki peran penting dalam ekosistem sebagai predator serangga dan penyebar biji tanaman.

Namun, kita harus menghargai makhluk ini tidak hanya karena nilai mistisnya, tetapi juga sebagai bagian penting dari keragaman hayati. Melindungi dan melestarikan populasi tokek di alam liar menjadi tanggung jawab bersama untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan keanekaragaman hayati di planet kita ini.